1) Identitas Singkat Film Pemeran Film Pondok Buruk :
- Fauziah Nawi
- Ismail Din
- Raja Azura
- Vanida Inran
- Rosyam Nur
- Jalaludin Hassan
Sutradara: Amie ABD. Rahman
Pengurus Produksi : Tini Arshad
Durasi : 1:14:55
2) Alur Cerita Film Yang Menarik
Film ini berhasil membuat saya berlinang air mata, cerita yang sedih dan penuh makna yang sangat dalam. film ini mengisahkan kedua orang tua dan anak-anak nya. kedua orang tuanya yang bernama pak mat dan mak jah, mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat jauh dari kata layak, mereka berdua sudah sangat tua bahkan pak mat hanya mempunyai satu betis, hal ini membuat dirinya tidak bisa berjalan seperti orang lainya, roda dari kayu lah yang menjadi kaki bagi pak mat yang selalu bersamanya disaat berpergian, meski dalam kondisi tersebut pak mat masih saja tetap semangat bekerja, penghasilan yang tak seberapa tetapi cukup untuk mereka berdua makan setiap harinya.

Sementara ketiga anaknya tinggal dikota, mereka sudah sukses , johan si anak pertama sukses dengan bisnisnya , Ushob menikah dengan wanita yang sangat kaya, dan si bungsu rina sukses dengan bisnis kecantikanya. setelah mereka berhasil menjadi orang sukses, tak sekali pun mereka pulang ke kampung halaamanya, bahkan pada hari raya idul fitri sekalipun. pak mat dan mak jah yang sangat merindukan ketiga anaknya,sampai-sampai mereka selalu bermimpi merayakan hari raya idul fitri bersama anak-anak nya dan berkumpul bersama dalam kehangatan, hari demi hari mereka lewati berdua dengan kesederhanaan, mak jah yang setiap menjelang magrib selalu melamun membayangkan buah hati nya akan pulang menemuinya tetapi tak kurun datang.

Sampai saat menjelang hari raya idul fitri banyak sekali cobaan yang menghantam pak mat dan mak jah. pak mat kehilangan pekerjaan, mereka juga harus pergi dari rumah yang selama ini mereka tempati, karena tanah milik orang lain dan anak dari alamarhum pemiliktanah ingin membangun rumah yang besar di tanah itu, ditambah lagi kesehatan pak mat yang semakin memburuk, bahkan kakinya sampai berulat karena membusuk. tetapi tak ada pilihan lagi mereka berdua terpaksa pergi dan tinggal di sebuah pondok yang buruk, pak mat merasa sangat sedih, ia merasa gagal menjadi suami yang baik bagi mak jah, namun mak jah adalah istri yang sangat setia ia tetap menerima semua kekurangan suaminya, dalam keadaan terpuruk seperti ini, hanya ada satu orang yang memperdulikan mereka yakni som yaitu anak angkat pak mat dan mak jah, berulang kali som membujuk pak mat mak jah untuk tinggal dirumahnya, namun mak jah mengerti som juga menumpang dengan mertua nya di rumah yang kecil.
Sebenarnya ketiga anak pak mat daan maak jah sadar bahwa mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan dan harta tanpa memperdulikan kedua orang tua yang telah merawat mereka dengan penuh cinta, namun tampaknya harta lebih menarik untuk mereka puja. shob si anak ke dua mulai merasa bersalah dan berniat untuk pulang dengan mengajak adik dan kakak nya, namun mereka menolak dengan berbagai alasan, walau begitu shob tetap pulang sebelum hari raya tiba.
Namun shob tak bisa berjumpa dengan bapaknya, karena pak maat sudah pulang kepada yang maha kuasa ( di shin ini sangat membuat air mata jatuh tak terkendali ) setelah seharian pak mat bekerja mencuci piring, agar ia bisa mendapatkan uang membeli daging untuk lebaran, saat di perjalanan pulang pak mat sangat gembira karena akan memakan daging masakan istrinya, namun malang roda kayu pakmat terbalik dan ia jatuh kesawah, pak mat tak mampu berdiri dan beranjak dari lumpur sawah itu, hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir, ushob yang sudah pulang tak bisa lagi berjumpa dengan bapaknya, sementara johan dan rina bisnis mereka bangkrut dan hampir membuat mereka frustasi, barulah mereka mengingat kedua orang tuanya dan menyesali perbuatan mereka selama ini.
3) Nilai Pesan Film yang Sangat Berharga
Pastinya film ini sangat bermakna bagi saya karena mengajarkan banyak sekali makna menghormati dan menyayangi kedua orang tua, dimana film ini mengetuk pintu hati anak2 muda untuk patuh dan sopan menyayangi kedua orang tua, dan sesukses apapun kita orang tua lah yang paling berjasa atas itu semua, bapak dan ibu kita tidak mengharapkan emas permata sebagai balas jasanya,mereka hanya ingin kita mempunyai waktu untuk sekedar bercerita, memeluk, makan bersama dan melakukan hal-hal sederhana bersama mereka. maka dari itu sejauh apapun kita pergi, sesibuk apapun pekerjaan kita, sempatkan lah untuk pulang, walau hanya hari raya idul fitri tetapi sangat bermakna bagi mereka.
semoga artikel saya kali ini dapat bermanfaat bagi kawan2 semua, jangan lupa untuk menonton filmnya dan rasakan sensasi penuh haru yang sangat menginspirasi.
terimakasih dan sampai jumpa di artikel saya selanjutnya 😊
Komentar
Posting Komentar