Memahami metode penelitian komunikasi bagian B
Hallo blogers jadi kemarin sudah rilis pembahasan mengenai metode penelitian komunikasi bagian A dan sekarang kita lanjut kebagian B dimana kali ini ada beberapa materi yang menarik untuk disimak, pastinya sebelum dimulai nii apa kabarnya di bulan ramadhan yang penuh berkah ini teman-teman? semoga teman-teman selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa nya ya.
Oke pembahasan yang pertama mengenai kontruksi realitas sosial, jadi kontruksi realitas sosial didefinisikan sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan yang dilalui bersama secara subjektif. filsafat mengatakan bahwa kontruksi sosial ini dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif, Teori ini berakar pada paradigma konstruktivis yang melihat realitas sosial sebagai konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu, yang merupakan manusia bebas.
ada tiga macam konstruktivisme yakni konstruktivisme radikal, realisme hipotesis dan konstruktivisme biasa. Teori ini tidak bisa terlepaskan dari bangunan teoretik. Teori ini juga memisahkan pemahaman tentang 'kenyataan dan pengetahuan'. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Ini juga menciptakan masyarakat dan masyarakat menciptakan individu. Terdapat 4 asumsi dasar teori ini dan ada 3 momen simultan. Dari teori diatas contoh dari kasus ini adalah 1. selebritis dalam Konstruksi Realitas Sosial, 2. prostitusi Artis Online Dalam Konstruksi Realitas Sosial (Studi Kasus Tertangkapnya Artis AA Dalam Bingkai Harian Sriwijaya Post).
Materi kedua yang akan dibahas adalah tentang Fenomenologi. Apa itu Fenomenologi? 'Pada yang menampak' diperkenalkan oleh Johann Heinrickh Lambert. Analisis ini menyebutkan bahwa merekonstruksi dunia kehidupan manusia "sebenarnya" dalam bentuk yang mereka sendiri alami. Konsepnya sebagai hubungan antaradua atau lebih orang dan konsep tindakan perilaku yang membentuk makna subjektif. Metode ini sering dikenal dengan metode deskriptif kuaitatifdengan paradigm konstruktivisme. Realitas dipandang relatif yaitu sesuai dengan konteks spesifik yang diniali relevan oleh para aktor sosial. Asumsi pokok dari fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Ada 4 tahapan-tahapan dalam penelitian ini dan ada 3 prinsip dasar. Contoh kasusnya adalah 1. Makna Simbolik Salam Tiga Jari Pada Band Heavy Metal dan Pada Para penggemarnya di Surabaya, 2. Komunikasi Terapeutik Petugas Rehabilitasi Medik, 3. Pesona 'Militer' (Analisis Fenomenologis tentang Kesadaran Latar Belakang Calon Presiden Indonesia)




Komentar
Posting Komentar